Home News Rico Waas Perluas Akses Kerja Warga Medan, Penyandang Disabilitas hingga Peluang Kerja ke Jepang Jad

Rico Waas Perluas Akses Kerja Warga Medan, Penyandang Disabilitas hingga Peluang Kerja ke Jepang Jad

Pemko Medan Gelar Pelatihan Kerja Inklusif untuk 100 Peserta, Perkuat Kompetensi SDM dan Perluas Penyerapan Tenaga Kerja.

183
0
SHARE
Rico Waas Perluas Akses Kerja Warga Medan, Penyandang Disabilitas hingga Peluang Kerja ke Jepang Jad

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan keterangan kepada awak media usai membuka Program Pelatihan Kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Senin (6/7/2026). Program yang diinisiasi Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan masyarakat umum, serta membuka peluang penempatan tenaga kerja hingga ke luar negeri.

WARTALINTASBATAS.MY.ID I MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat melalui program pelatihan vokasi yang inklusif dan berbasis kebutuhan industri. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat membuka Pelatihan Kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, Senin (6/7/2026). Program ini menjadi salah satu strategi Pemko Medan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.

Sebanyak 100 peserta mengikuti lima paket pelatihan yang terdiri atas pelatihan barista bagi 20 penyandang disabilitas, pelatihan operator forklift untuk 20 peserta, dua paket pelatihan safety riding yang diikuti 40 peserta, serta pelatihan tata kecantikan bagi 20 peserta. Rico Waas menegaskan seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memperoleh pekerjaan yang layak tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial.

Menurut Rico Waas, dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Selain keterampilan teknis, ia menilai integritas menjadi faktor penting agar seseorang mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja. Pemerintah Kota Medan, kata dia, akan terus menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri sehingga lulusan memiliki daya saing yang tinggi.

Selain mempersiapkan tenaga kerja untuk sektor formal, Pemko Medan juga mendorong masyarakat mengembangkan usaha mandiri melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif, termasuk profesi penata rias, barista, serta bidang jasa lainnya. Pemanfaatan media digital dinilai mampu memperluas pasar dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin membangun bisnis secara mandiri.

Tidak hanya berfokus pada pasar kerja dalam negeri, Pemko Medan juga memperluas peluang kerja ke luar negeri melalui kerja sama dengan Bank BJB dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berstatus Sending Organization. Program tersebut akan memfasilitasi calon tenaga kerja untuk mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan ke Jepang sebagai tenaga okupasi maupun caregiver, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, menjelaskan seluruh peserta yang lulus akan memperoleh sertifikasi profesi sesuai bidangnya, seperti sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM). Disnaker Kota Medan juga telah menjalin kerja sama dengan kawasan industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, guna memastikan lulusan pelatihan dapat terserap langsung oleh dunia usaha dan dunia industri.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas serta penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan PT Grab dan PT Kamitra Mitra Jaya Utama. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, meningkatkan daya saing tenaga kerja Kota Medan, serta membuka lebih banyak peluang kerja di tingkat nasional maupun internasiona.(WLB/ REL)