Home News Polemik Rico Waas ke Luar Negeri Memanas, Agus Suryadi: Wali Kota Medan Harus Dahulukan Kepentingan

Polemik Rico Waas ke Luar Negeri Memanas, Agus Suryadi: Wali Kota Medan Harus Dahulukan Kepentingan

Keberangkatan Wali Kota Medan Rico Waas ke luar negeri saat agenda nasional menuai sorotan. Pengamat kebijakan publik menilai lemahnya komunikasi dan koordinasi pemerintahan menjadi inti persoalan..

75
0
SHARE
Polemik Rico Waas ke Luar Negeri Memanas, Agus Suryadi: Wali Kota Medan Harus Dahulukan Kepentingan

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menyampaikan sambutan dalam sebuah agenda resmi. Keberangkatan Rico Waas ke luar negeri menjadi sorotan publik usai tidak menghadiri agenda nasional peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), memicu tanggapan dari pengamat kebijakan publik terkait komunikasi pemerintahan dan tanggung jawab kepala daerah.

WARTALINTASBATAS.MY.ID, MEDAN – Polemik keberangkatan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ke luar negeri terus menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan luas. Absennya Rico Waas dalam agenda nasional peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (16/5/2026), yang dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, dinilai menjadi persoalan serius terkait prioritas kepemimpinan daerah.

Pengamat kebijakan publik sekaligus akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suryadi, menilai kisruh tersebut harus menjadi bahan evaluasi penting bagi Wali Kota Medan dalam menempatkan tanggung jawab jabatan di atas kepentingan pribadi. Menurutnya, seorang kepala daerah dituntut memiliki sensitivitas tinggi terhadap agenda nasional yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kepentingan masyarakat luas.

“Keberangkatan wali kota ke luar negeri di tengah agenda nasional penting semestinya menjadi pelajaran agar lebih fokus terhadap tanggung jawab kepada masyarakat, terlepas dari alasan pribadi maupun pengobatan,” kata Agus Suryadi saat dimintai tanggapan, Rabu (20/5/2026). Ia menegaskan, seorang pejabat publik harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan amanah jabatan yang melekat.

Agus yang juga menjabat Ketua Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU menilai inti persoalan bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan lemahnya komunikasi dan koordinasi antara Wali Kota Medan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dalam sistem pemerintahan daerah, gubernur memiliki fungsi strategis sebagai representasi pemerintah pusat di daerah, termasuk dalam mekanisme administrasi izin perjalanan kepala daerah.

“Wali kota tidak bisa langsung sekonyong-konyong mengurus izin ke Kementerian Dalam Negeri tanpa membangun komunikasi dengan gubernur. Ada tata kelola pemerintahan yang harus dijalankan agar urgensi keberangkatan dapat dipahami secara objektif,” ujarnya. Menurut Agus, transparansi komunikasi sangat penting untuk mencegah munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Rico Waas menjadi sorotan publik usai tidak menghadiri peresmian KDKMP yang merupakan bagian dari agenda nasional pemerintah pusat. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sempat menegaskan bahwa kepala daerah wajib memiliki izin saat bepergian ke luar daerah maupun luar negeri, termasuk pada hari libur. Sementara melalui keterangan resmi Dinas Kominfo Kota Medan, Rico Waas mengakui sedang berada di luar negeri untuk berobat sekaligus mengambil obat, mengklaim telah mengantongi izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta memastikan perjalanan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD Kota Medan.(WLB/ REL)