Home News Tuan Guru Batak Soroti Video Viral Tiyo Eks Ketua BEM UGM, Tegaskan Kritik Jangan Berujung Penghinaa

Tuan Guru Batak Soroti Video Viral Tiyo Eks Ketua BEM UGM, Tegaskan Kritik Jangan Berujung Penghinaa

Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, M.A menilai kebebasan berpendapat harus tetap menjunjung etika, moralitas, dan nilai budaya bangsa di tengah dinamika demokrasi Indonesia.

16
0
SHARE
Tuan Guru Batak Soroti Video Viral Tiyo Eks Ketua BEM UGM, Tegaskan Kritik Jangan Berujung Penghinaa

Keterangan Gambar : Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, M.A saat menyampaikan pandangan terkait pentingnya menjaga etika, moralitas, dan budaya adab dalam menyampaikan kritik di tengah dinamika demokrasi Indonesia, Jumat (12/6/2026).

WARTALINTASBATAS.MY.ID I MEDAN – Tuan Guru Batak, Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, M.A menyampaikan keprihatinannya atas video viral mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang menuai kontroversi karena diduga melontarkan pernyataan bernada penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Polemik tersebut ramai diperbincangkan publik dan memantik reaksi dari berbagai kalangan masyarakat.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Tiyo mengaku menyelamatkan seekor kucing yang mengalami penyakit kulit atau skabies. Namun perhatian publik tertuju pada pernyataannya saat menyebut nama yang diberikan kepada hewan tersebut karena dinilai mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Prabowo. Video itu kemudian viral dan memicu pro-kontra mengenai batas kebebasan berpendapat di ruang digital.

Menanggapi hal itu, Tuan Guru Batak menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hak konstitusional warga negara dalam sistem demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus tetap disampaikan dengan mengedepankan etika, moralitas, serta nilai adab sebagai jati diri bangsa Indonesia.

“Silakan menyampaikan kritik, memberikan masukan, bahkan perbedaan pandangan dalam demokrasi. Akan tetapi jangan sampai berubah menjadi cacian, cercaan, atau penghinaan. Kita bangsa yang menjunjung tinggi agama, budaya, dan nilai Pancasila,” ujar Tuan Guru Batak di Medan, Jumat (12/6/2026).

Selain menyoroti pentingnya etika dalam demokrasi, ia juga mengingatkan pemerintah agar tetap fokus pada persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional saat ini membutuhkan perhatian serius, mulai dari persoalan antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM hingga naiknya harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat bawah.

Karena itu, Tuan Guru Batak berharap Presiden Prabowo beserta jajaran pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, agar menjaga etika dalam menyampaikan kritik sehingga demokrasi Indonesia tetap tumbuh sehat, kritis, namun tetap beradab dan bermartabat.(WLB/ REL)